Market Sounding

Market Sounding

DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara telah berkembang sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan industri. Ironisnya, perkembangan tersebut tidak disertai dengan tanggung jawab dan kesadaran untuk mengelola limbah yang di hasilkan.

Hal ini berakibat pada kondisi air dan sanitasi di Jakarta semakin memburuk. Pembuangan air limbah tanpa melalui proses pengolahan akan mengakibatkan terjadinya pencemaran pada sumber air baku untuk air minum, baik air permukaan (sungai, danau atau situ) maupun air tanah. Sarana dan prasarana pengolahan air limbah di kota-kota besar, termasuk di Kota Jakarta, saat ini masih sangat minim. Pengolahan air limbah permukiman dapat ditangani melalui sistem pengolahan di tempat (onsite treatment) ataupun melalui sistem pengolahan terpusat (offsite treatment). Saat ini, cakupan wilayah (coverage ratio) di DKI Jakarta hanya 4% dari keseluruhan wilayah dengan tingkat pencemaran bakteri E.Colli 90% pada air tanah DKI Jakarta (BPLHD 2013) Kondisi tersebut menjadikan DKI Jakarta berada diposisi kedua terendah dalam hal sanitasi di antara ibu kota di Asia Tenggara. Selain itu, Jakarta Sewerage System (JSS) juga dibutuhkan untuk mendukung efektivitas Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu kota Negara (PTPIN)/ National capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang juga sudah mulai dibangun. NCICD memerlukan percepatan pembangunan proyek pengolahan air limbah sehingga proyek ini mendapatkan prioritas khusus dari pemerintah pusat dengan diterbitkannya surat Nomor: S-130/D.VI.M.EKON/09/2013 mengenai Percepatan Pengembangan Pengolahan Sistem Air Limbah Terpusat di DKI Jakarta, dengan target pencapaian 75% cakupan wilayah pelayanan air limbah pada Tahun 2022.

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) akan menangani pengolahan limbah domestik di 15 zona (termasuk Zona yang sudah beroperasi), dengan rencana pembangunan awal khususnya pada zona 1, zona 2, zona 5. Pembangunan sistem pengolahan limbah terpusat, yang terdiri dari: 1) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL); 2) Sistem perpipaan; 3) Sambungan rumah.

Sejalan dengan rencana di atas, maka diperlukan partisipasi badan usaha/lembaga dalam pembangunan Jakarta Sewerage System (JSS), sehingga dapat diciptakan, yaitu: (1) komitmen bersama untuk mendukung kegiatan pembangunan, dengan cara melibatkan seluruh stakeholder dan memberi kesempatan kepada badan usaha/lembaga untuk menuangkan pokok-pokok pikiran dan ide/gagasan; dan (2) kepercayaan dari stakeholder dalam mendukung pelaksanaan proyek pembangunan Jakarta Sewerage System (JSS).  Dalam konteks inilah diperlukan kegiatan Market Sounding kepada penyedia jasa konstruksi asing dan nasional untuk memberikan pemahaman sejalan dengan pembangunan Jakarta Sewerage System (JSS) yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Maksud dan Tujuan

Maksud kegiatan “Market Sounding Persiapan Pembangunan Jakarta Sewerage System (JSS)”. adalah untuk mendapatkan peserta lelang yang memenuhi kriteria tender Internasional dibidang air limbah.

Adapun tujuan kegiatan Market Sounding ini adalah;

  1. Menginformasikan kepada para calon peserta tender, pemerintah pusat, dan pelaksanaan proyek pembangunan Jakarta Sewerage System (JSS)
  2. Menilai ketertarikan penyedia jasa konstruksi internasional dan nasional untuk berpartisipasi dari lelang proyek Pembangunan JSS
  3. Mendapatkan masukan dan usulan peningkatan pada proses tender yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Waktu dan Tempat

Kegiatan “Market Sounding Persiapan Pembangunan Jakarta Sewerage System (JSS)” akan dilaksanakan pada hari Senin 28 Oktober 2019.  Bertempat di Hotel Grand Hyatt Jakarta Indonesia Thamrin CBD Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350